Material ASTM 5 menit baca
Jumlah Benda Uji Beton SNI untuk Pengendalian Mutu
Penentuan jumlah benda uji beton tidak cukup hanya berdasarkan volume pengecoran. SNI 2847:2019 mengatur frekuensi pengambilan sampel, sedangkan standar pengujian menetapkan cara membuat, merawat, dan menguji benda uji.
Jumlah Benda Uji Beton SNI untuk Pengendalian Mutu
Menentukan jumlah benda uji beton SNI harus dimulai dari definisi satu uji kuat tekan, bukan sekadar menghitung jumlah silinder di laboratorium. Dalam praktik proyek, satu sampel beton segar umumnya dibuat menjadi dua benda uji silinder untuk satu hasil uji kuat tekan pada umur rencana.
Dasar aturan yang perlu dipakai
Acuan utama pekerjaan beton struktural adalah SNI 2847:2019, Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan. Ketentuan pengambilan sampel dan evaluasi hasil uji berada pada Pasal 26.12. Standar ini perlu dibaca bersama standar metode pengambilan sampel serta pembuatan dan perawatan benda uji.
Beberapa dokumen yang biasanya dicantumkan dalam rencana mutu proyek adalah:
- SNI 2458:2018 untuk tata cara pengambilan sampel beton segar;
- SNI 2493:2011 untuk pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium;
- SNI 1974:2011 untuk metode uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder;
- SNI 1972:2008 untuk metode uji slump beton semen hidraulis.
SNI 2847:2019 Pasal 26.12.1.1 menetapkan bahwa satu uji kuat tekan terdiri atas rata-rata kuat tekan sedikitnya dua benda uji silinder standar yang dibuat dari satu sampel beton. Karena itu, istilah “satu sampel”, “satu uji”, dan “satu silinder” tidak boleh dipakai bergantian dalam laporan.
Berapa benda uji untuk satu sampel?
Untuk pengujian kuat tekan pada satu umur, paling sedikit siapkan dua silinder dari satu sampel beton. Jika pengujian dilakukan pada umur 7 dan 28 hari, kebutuhan dasarnya menjadi empat silinder untuk sampel tersebut: dua silinder untuk umur 7 hari dan dua silinder untuk umur 28 hari.
Di lapangan, kontraktor sering menambah benda uji cadangan. Penambahan ini bukan pengganti ketentuan minimum, melainkan perlindungan terhadap kerusakan saat pemindahan, hasil uji yang tidak sah, atau kebutuhan pemeriksaan tambahan. Jumlah cadangan harus ditulis dalam metode kerja atau rencana inspeksi dan pengujian agar tidak diperdebatkan saat serah terima.
Contoh sederhana:
- satu sampel untuk beton mutu fc' 25 MPa;
- dua silinder diuji pada umur 7 hari;
- dua silinder diuji pada umur 28 hari;
- dua silinder tambahan sebagai cadangan, bila dipersyaratkan ITP.
Dengan skenario tersebut, dibuat enam silinder dari satu sampel, tetapi hasil penerimaan umur 28 hari tetap dihitung dari dua silinder yang ditetapkan untuk umur tersebut. Silinder cadangan tidak boleh dipilih setelah melihat hasil yang paling menguntungkan tanpa prosedur tertulis.
Frekuensi pengambilan sampel menurut SNI 2847:2019
Pasal 26.12.2.1 mengatur bahwa sampel untuk setiap kelas beton harus diambil paling sedikit berdasarkan frekuensi berikut:
- minimum satu kali setiap hari pengecoran;
- minimum satu kali untuk setiap 120 m³ beton yang ditempatkan; atau
- minimum satu kali untuk setiap 500 m² luas permukaan pelat atau dinding.
Ketentuan tersebut dibaca sebagai batas minimum. Gunakan frekuensi yang menghasilkan jumlah sampel paling banyak. Misalnya, pengecoran pelat seluas 1.200 m² dan bervolume 240 m³ dilakukan dalam satu hari. Berdasarkan volume diperlukan dua sampel, sedangkan berdasarkan luas diperlukan tiga sampel. Maka minimum yang dipakai adalah tiga sampel.
Jika satu sampel menghasilkan dua silinder untuk satu umur uji, tiga sampel berarti sedikitnya enam silinder untuk umur tersebut. Apabila proyek juga menguji umur 7 hari dan 28 hari, jumlahnya menjadi sedikitnya dua belas silinder, belum termasuk cadangan.
Perhitungan harus dilakukan per kelas beton, bukan hanya per zona pengecoran. Beton fc' 25 MPa dan fc' 35 MPa, misalnya, harus memiliki catatan sampling dan evaluasi yang terpisah. Beton dengan sumber pemasok, komposisi, atau penggunaan struktural yang berbeda juga perlu ditelusuri secara terpisah bila dipersyaratkan spesifikasi proyek.
Cara menghitung jumlah secara praktis
Gunakan urutan berikut sebelum pekerjaan dimulai:
- Daftar setiap kelas mutu beton dan elemen yang akan dicor.
- Hitung volume beton dalam m³, luas permukaan pelat atau dinding dalam m², serta jumlah hari pengecoran.
- Tentukan jumlah sampel dengan mengambil angka terbesar dari ketiga batas minimum Pasal 26.12.2.1.
- Kalikan jumlah sampel dengan dua silinder untuk setiap umur pengujian.
- Tambahkan benda uji cadangan hanya jika tercantum dalam ITP, spesifikasi teknis, atau instruksi konsultan.
- Cocokkan nomor sampel dengan surat jalan, waktu pengambilan, lokasi pengecoran, nilai slump, dan identitas cetakan.
Sebagai ilustrasi, pengecoran dinding dengan luas 900 m², volume 180 m³, dan durasi dua hari menghasilkan kebutuhan minimum tiga sampel berdasarkan luas, dua sampel berdasarkan volume, dan dua sampel berdasarkan hari. Jadi, digunakan tiga sampel. Pada pengujian umur 28 hari, jumlah minimumnya adalah enam silinder.
Perhitungan jumlah benda uji beton SNI perlu dimasukkan ke dalam Inspection and Test Plan atau ITP. Dengan begitu, laboratorium, pelaksana, dan pengawas memakai dasar yang sama sejak sebelum pengecoran.
Persyaratan pembuatan, perawatan, dan pengujian
Pengambilan sampel harus mewakili beton yang ditempatkan, bukan hanya beton dari awal aliran truk. SNI 2458:2018 mengatur tata cara pengambilan contoh beton segar, termasuk perlunya memperoleh sampel komposit dari bagian aliran yang sesuai. Waktu pengambilan dan identitas truk harus dicatat.
Pembuatan serta perawatan silinder mengikuti SNI 2493:2011. Cetakan harus sesuai ukuran yang ditentukan, diberi label permanen, dan ditempatkan pada kondisi awal yang terlindung dari getaran serta kehilangan air. Setelah periode awal, benda uji dipindahkan ke kondisi perawatan yang dipersyaratkan sebelum diuji menurut SNI 1974:2011.
Laporan laboratorium setidaknya memuat kode benda uji, mutu rencana, tanggal dan umur pengujian, dimensi, luas penampang, beban maksimum, kuat tekan, serta kondisi kerusakan. Hasil yang tidak sah, misalnya karena kerusakan cetakan atau identitas tidak jelas, harus diberi catatan dan tidak boleh diam-diam diganti dengan hasil benda uji lain.
Membaca hasil dan menghindari salah tafsir
Menurut Pasal 26.12.3.1 SNI 2847:2019, penerimaan kuat tekan dinilai dari rata-rata tiga hasil uji kuat tekan berturut-turut. Rata-rata tersebut harus sekurang-kurangnya sama dengan fc'. Selain itu, tidak boleh ada hasil uji individual yang lebih rendah dari fc' sebesar lebih dari 3,5 MPa untuk fc' sampai dengan 35 MPa, atau lebih dari 10 persen fc' untuk fc' di atas 35 MPa.
Kriteria ini berbeda dari sekadar menyatakan bahwa setiap silinder harus mencapai fc'. Satu uji adalah rata-rata dua silinder, sedangkan evaluasi penerimaan menggunakan rangkaian hasil uji. Karena itu, daftar benda uji, hasil individual, dan hasil rata-rata harus disimpan bersama dalam rekaman mutu.
Bila hasil berada di bawah kriteria, jangan langsung mengulang uji dengan benda uji yang lebih menguntungkan. Tinjau dahulu validitas sampling, perawatan, kalibrasi mesin, identitas beton, dan urutan pengecoran. Investigasi struktur atau pengambilan inti beton dilakukan berdasarkan instruksi perencana, konsultan, dan ketentuan standar yang berlaku.
Kesimpulan
Untuk kebutuhan minimum, satu uji kuat tekan terdiri atas dua silinder dari satu sampel. Frekuensi sampel ditentukan per kelas beton dengan batas minimum satu kali per hari, satu kali per 120 m³, atau satu kali per 500 m² untuk pelat atau dinding—gunakan jumlah yang paling besar.
Kunci pengendalian mutu bukan hanya banyaknya silinder, tetapi juga ketertelusuran sampel, perawatan yang benar, metode uji yang sesuai, dan evaluasi berdasarkan Pasal 26.12 SNI 2847:2019. Pastikan spesifikasi proyek atau instruksi perencana tidak menetapkan persyaratan yang lebih ketat.
Fakta utama
Pernyataan yang dapat dibaca mesin, diambil dari sumber di atas. Setiap fakta mempertahankan pengenal yang sama di keenam versi bahasa.
Pasal 26.12.1.1 SNI 2847:2019
Satu uji kuat tekan terdiri atas rata-rata sedikitnya dua benda uji silinder dari satu sampel beton.
ID fakta:
dua_silinder_per_uji1 sampel per 120 m³
Pengambilan sampel minimum dilakukan satu kali untuk setiap 120 m³ beton yang ditempatkan.
ID fakta:
frekuensi_volume1 sampel per 500 m²
Untuk pelat atau dinding, sampel minimum diambil satu kali untuk setiap 500 m² luas permukaan.
ID fakta:
frekuensi_luas3,5 MPa
Untuk beton dengan fc' sampai 35 MPa, hasil uji individual tidak boleh lebih rendah dari fc' sebesar lebih dari 3,5 MPa.
ID fakta:
batas_individual_3510 persen fc'
Untuk beton dengan fc' di atas 35 MPa, hasil uji individual tidak boleh lebih rendah dari fc' sebesar lebih dari 10 persen fc'.
ID fakta:
batas_individual_diatas35
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah satu sampel beton sama dengan satu benda uji?
Tidak. Satu sampel adalah contoh beton segar dari pekerjaan pengecoran, sedangkan satu uji kuat tekan umumnya dihitung dari rata-rata sedikitnya dua benda uji silinder yang dibuat dari sampel tersebut.
Berapa silinder untuk pengecoran 240 m³?
Berdasarkan batas volume, diperlukan minimum dua sampel karena SNI 2847:2019 menetapkan sedikitnya satu sampel setiap 120 m³. Untuk satu umur pengujian, jumlah minimumnya adalah empat silinder; periksa juga batas harian dan luas permukaan.
Apakah umur 7 hari wajib diuji?
Uji umur 7 hari biasanya digunakan sebagai pemantauan perkembangan kuat tekan, sedangkan penerimaan umum memakai umur rencana yang ditetapkan, lazimnya 28 hari. Kewajiban uji 7 hari harus mengikuti spesifikasi proyek atau ITP.
Sumber dan lisensi
Setiap pernyataan dalam artikel ini dapat ditelusuri ke sumber yang tercantum di bawah. Tautan membuka situs penerbit langsung.